Teruntuk...
Seseorang yang kelak Allah kirimkan untuk menjadi pendamping hidupku di dunia ini, yang akupun tak tau siapa dia, dan aku berharap ia pula pendampingku di jannahNya. Aamiin.
“seseorang pernah berkata, “saya memang sudah punya pacar, tetapi saya pacaran secara islami.” Mendengar pernyataan itu, lantas yang lainnya pun bertanya dengan penuh semangat, “adakah pacaran yang islami?”
“ada” jawabnya. Lalu ia melanjutkan, “pacaran islami adalah pacaran yang menyatakan cintanya dengan akad nikah, tidak dengan cara lainnya. “ artinya, pacaran itu ada dan di bolehkan setelah menikah terlebih dahulu. Nah, Kalau belum menikah, adakah pacaran islami?
Sungguh, mengajukan pertanyaan ini seperti mengajukan pertanyaan, “adakah berzina yang islami?”, atau,” adakah berjudi yang islami?” pertanyaan boleh berbeda, meskipun sama-sama menggunakan embel-embel islami, tetapi jawabannya tetap sama, “tidak ada!”
Seseorang mungkin akan bertanya, “ bagaimana jika kita jatuh cinta kepada seseorang?” jawabannya mudah, jika engkau mampu, maka bersegerahlah untuk meminang dan menikahinya, mengapa harus bersegera? Karena dengan bersegera, keridhaan Allah pun akan segera kau dapatkan. Dan dengan bersegera, berarti engkau juga telah memenuhi seruan Rasulullah. “wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah.”
Bagaimana jika kita belum mampu? Lupakanlah wanita itu dan bertawakkallah kepada Allah. “jika engkau menanyakan kepada perkara jodoh, maka sama saja jika engaku menanyakan keyakinanku akan kematian,” yakinlah bahwa Allah telah menentukan jodoh bagi kita dan memberikan ganti yang lebih baik karena ketakwaan kita.
Ada beberapa cara bagi yang belum menikah untuk meredam gejolak syahwat yang menggebu, yang ingin di salurkan tetapi belum memiliki kesiapan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berpuasa, dengan puasa, niscaya akan menjaga diri kita dari kemaksiatan. Ketika kita hendak bermaksiat, maka kita kan teringat bahwa kita sedang puasa. Dengan demikian nita untuk bermaksiatbtidak akan berlanjut dengan kemaksiatan.
“wahai sekalian pemuda, barangsiapa dianatara kalian mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena dengan menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farj, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena dengan puasa dfapat menjadi perisai baginya.” (HR. Muslim)
2. Banyak olahraga. Niatkan olahraga hanya untuk mendapat ridha Allah, bukan untuk “cuci mata”. Cobalah sempatkan diri kelapangan hijau yang berumput hijau. Berolahraga sambil memandangi hijaunya rumput (buka memandangi yang pakai baju hijau yang kebetulan lewat) sambil memuji penciptanya.
3. Banyak membaca buku yang bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
Seseorang yang kelak Allah kirimkan untuk menjadi pendamping hidupku di dunia ini, yang akupun tak tau siapa dia, dan aku berharap ia pula pendampingku di jannahNya. Aamiin.
“seseorang pernah berkata, “saya memang sudah punya pacar, tetapi saya pacaran secara islami.” Mendengar pernyataan itu, lantas yang lainnya pun bertanya dengan penuh semangat, “adakah pacaran yang islami?”
“ada” jawabnya. Lalu ia melanjutkan, “pacaran islami adalah pacaran yang menyatakan cintanya dengan akad nikah, tidak dengan cara lainnya. “ artinya, pacaran itu ada dan di bolehkan setelah menikah terlebih dahulu. Nah, Kalau belum menikah, adakah pacaran islami?
Sungguh, mengajukan pertanyaan ini seperti mengajukan pertanyaan, “adakah berzina yang islami?”, atau,” adakah berjudi yang islami?” pertanyaan boleh berbeda, meskipun sama-sama menggunakan embel-embel islami, tetapi jawabannya tetap sama, “tidak ada!”
Seseorang mungkin akan bertanya, “ bagaimana jika kita jatuh cinta kepada seseorang?” jawabannya mudah, jika engkau mampu, maka bersegerahlah untuk meminang dan menikahinya, mengapa harus bersegera? Karena dengan bersegera, keridhaan Allah pun akan segera kau dapatkan. Dan dengan bersegera, berarti engkau juga telah memenuhi seruan Rasulullah. “wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah.”
Bagaimana jika kita belum mampu? Lupakanlah wanita itu dan bertawakkallah kepada Allah. “jika engkau menanyakan kepada perkara jodoh, maka sama saja jika engaku menanyakan keyakinanku akan kematian,” yakinlah bahwa Allah telah menentukan jodoh bagi kita dan memberikan ganti yang lebih baik karena ketakwaan kita.
Ada beberapa cara bagi yang belum menikah untuk meredam gejolak syahwat yang menggebu, yang ingin di salurkan tetapi belum memiliki kesiapan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berpuasa, dengan puasa, niscaya akan menjaga diri kita dari kemaksiatan. Ketika kita hendak bermaksiat, maka kita kan teringat bahwa kita sedang puasa. Dengan demikian nita untuk bermaksiatbtidak akan berlanjut dengan kemaksiatan.
“wahai sekalian pemuda, barangsiapa dianatara kalian mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena dengan menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farj, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena dengan puasa dfapat menjadi perisai baginya.” (HR. Muslim)
2. Banyak olahraga. Niatkan olahraga hanya untuk mendapat ridha Allah, bukan untuk “cuci mata”. Cobalah sempatkan diri kelapangan hijau yang berumput hijau. Berolahraga sambil memandangi hijaunya rumput (buka memandangi yang pakai baju hijau yang kebetulan lewat) sambil memuji penciptanya.
3. Banyak membaca buku yang bermanfaat.
Semoga bermanfaat.
Oleh : Ahmad Yani (HIMMAH)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar