Kamis, 28 April 2011

Waiting For You

Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini
adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku menyukai
orang-orang yang mencintaiNya. ... yang mencintai RasulNya... dan denganmu...
kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu karena Allah

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku
berkata seperti ini? karena aku tahu... mengucapkan ikrar suci itu
menyempurnakan hidupku. Dan... Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan
Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan
dihati orang-orang yang dikehendakiNya. Bagaimana aku tidak merindukan
kehadiranmu wahai kekasih.... to come in my life ???

Aku menunggumu karena Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata
seperti ini? Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. . dan
karenanya... aku butuh seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku
yang tegas dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya...

Aku tahu... terlalu banyak yang harus aku perbaiki... karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku... aku menunggumu untuk
lebih membimbingku dengan tulusmu... untuk lebih mengajariku dengan
sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan
ijinNya.... disetiap harinya... untuk selama-lamanya Amin...

Aku tahu, dalam hatiku... aku tak ingin hidup sendiri, karenanya, aku
berharap... Allah menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi
banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .
Kekasih... bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku...
semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia Ridhoi
Amin...

Aku mencintaimu karena Allah... aku merindukanmu karena Allah dan aku menunggumu karena Allah...
diraga manakah jiwamu bersemayam?? ?
Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin...
diantara gemuruh ombak kerinduanku
Rasakan getarku... yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. ..
meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam...
ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNya...

Ya Rabbi... redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku Amin....
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. ..
maka hari itu adalah yang aku tunggu... apakah dia, jawaban itu???

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/aku-menunggumu/10150166871676042

Untukmu Bunda

Ingin kuberikan sesuatu yang istimewa di hari ini Bunda
Sesuatu yang masih dalam angan ku
Menggantung di wajah langit senja
Ku persembahkan untuk senyummu

Bertahun sudah pengharapanmu tak pernah surut
Larut dalam do'a dan pujian
Tanpa rasa gundah atau kecewa
Kau gantungkan semua keinginan hanya pada DIA

Bunda..
Senyum tulusmu selalu membayang di pelupuk mataku
Menghampar jelas di dalam benakku
Meneduhkan kegersangan hati
Bagai mendapat setetes embun  nirwana

Bunda..
Hari ini yang teristimewa
Untuk mengenang kembali masa kecilku
Saat aku masih bermanja padamu
Dalam dekapan hangatmu aku tertidur

Waktu berlalu begitu cepat bunda
Lihatlah hamparan langit di penghujung senja
Tersenyum takzim pada ketulusan
Yang tak berbatas ruang dan masa
Semua hanya untukmu bunda

Rabbighfili waliwaalidayya...
Do'a ini untukmu bunda
Ku ingin mengumpulkan senyummu dalam bingkai emas
Yang kusimpan dalam ruang teristimewa di hatiku
Dan selalu kutaburi dengan do'a di hari-hari ku

>>>*<<<

Mama, di saat seperti ini aku ingin sekali berada dalam dekapanmu. ingin kucurahkan semua gundah dan unek-unek di hati,,,
aku rindu dalam belaianmu, aku kangen dalam dekapanmu... MISS U MOM

Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah

 Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Onta.”

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Sapi.”

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”

Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan pandangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Kambing.”

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.”

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”

Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?”

Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”

Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”

Lalu malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”

Maka si Buta menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah.”

Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

***

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).

Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.

Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim

Menikmati Kebosanan

ANDA SEDANG mengalami kebosanan, jenuh dan “bete” karenanya? Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan. Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”
Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan,mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”
Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”
Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”
Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”
Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”
Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”
Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”
Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”
Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”
Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya.”
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”
Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”
Tamu :”Contohnya?”
Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”
Lalu Tamu itu pun pergi.


Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”
Sambil tersenyum Pak Tua berkata: “Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”
Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)


Jadi apa salah saya menikmati hidup ini dengan kekanak-kanakan?
Aku ingin dekat KEKASIHku karena KEKASIHku itu pemaaf, tidak pendendam, suka memberi, mudah iba. aku ingin dekat KEKASIHku dan belajar apa yang KEKASIHku perbuat.
Aku ingin mudah melupakan kesalahan orang lain, mengganggap orang lain selalu berniat baik padaku, mecintai orang lain lebih daripada mencintai diriku sendiri, memberi kepada orang lain sehingga lupa akan kebutuhanku sendiri.
Apa salah aku hanya berfikir secara anak kecil yang tidak punya prasangka pada manusia lain?

Oleh : Renungan n Kisah Inspiratif

Aku Hanya Wanita Biasa

Kepadamu yang akan menjadi pendampingku kelak.. Terima kasih karena telah memilihku di antara ribuan bidadari di luar sana yang siap untuk kau pilih.. Padahal kau begitu tahu, aku hanya wanita biasa, yang sangat jauh dari sempurna. Karenanya ku ingin kau tahu, aku bukan wanita yang sempurna, aku begitu banyak kekurangan. Maka ketahuilah..

Kepadamu yang akan memilihku kelak..

Aku tak sebijak bunda Khadijah, karenanya ku ingin kau tahu, aku bisa saja berbuat salah dan begitu menyebalkan. Maka ku mohon padamu, bijaklah dalam menghadapiku, jangan marah padaku, nasihati aku dengan hikmah, karena bagiku kaulah pemimpinku, tak akan berani ku membangkang padamu..

Duhai kau yang telah memilihku kelak.. Ingatlah, tak selamanya aku dapat tampak cantik di matamu, ada kalanya aku akan begitu kusam dan jelek. Mungkin karena aku begitu sibuk di dapur, menyiapkan makan untuk kau dan malaikat-malaikat kita nanti –insya’Allah-. Maka aku akan tampak kotor dan berbau asap. Atau karena seharian ku harus membenahi istana kecil kita, agar kau dan malaikat kita dapat tinggal dengan nyaman dan sehat. Maka mungkin aku tak sempat berdandan untuk menyambutmu sepulang bekerja.. Ataukah kau akan menemukanku terkantuk kantuk saat mendengar keluhan dan ceritamu, bukan karena aku tak suka menjadi tempatmu menumpahkan segala rasamu, tapi karena semalam saat kau tertidur dengan nyenyak, aku tak sedetikpun tertidur karena harus menjaga malaikat kecil kita yang sedang rewel, dan ku tau kau letih mengais rezeki untuk kami maka tak ingin ku mengusik sedikit pun lelapmu.. Jadi jika esok pagi kau mendapatiku begitu letih dan ada lingkaran hitam di mataku, maka tetaplah tersenyum padaku, karena kau adalah kekuatanku..

Padamu yang menjadi nahkoda dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak sesabar Fatimah, ada kalanya kau akan menemukanku begitu marah, menangis dan tak terkontrol, bukan karena ku membangkang padamu, tapi aku hanya wanita biasa, aku juga butuh tempat untuk menumpahkan beban di hatiku, tempat untuk melepaskan penatku, dan mungkin saat itu aku tak menemukanmu, atau kau begitu sibuk dengan pekerjaanmu, maka bersabarlah, yang ku butuhkan hanya pelukan dan belaianmu.. Karena bagiku kau adalah tetesan embun yang mampu memadamkan segala resahku..

Ataukah ada kalanya tanganku akan mencubit dan memukul pelan si kecil karena lelah dan penatku di tambah rengekannya yang tak habis-habisnya. Sungguh bukan karena ku ingin menyakitinya, tapi kadang aku kehabisan cara untuk menenangkan hatinya. Maka jangan membentakku karena telah menyakiti buah hati kita, tapi cukup kau usap kepalaku, dan bisikkan kata sayang di telingaku, karena dengan itu ku tau kau selalu menghargai semua yang ku lakukan untuk kalian, dan kau akan menemukanku menangis menyesali perlakuanku pada malaikat kita, dan aku akan merasakan ribuan kali rasa sakit dari cubitan yang ku berikan padanya, dan aku akan berjanji tak akan mengulanginya lagi..

Padamu yang menjadi imam dalam hidupku kelak..

Ketahuilah, aku tak secerdas Bunda Aisyah.. Maka jangan pernah bosan mengajariku, membimbingku ke arah-Nya, walau kadang aku begitu bebal dan bodoh, tapi jangan pernah letih mengajariku.. Jangan segan membangunkanku di sepertiga malam untuk bersamamu bermunajat pada Kekasih yang Maha Kasih.. Jangan letih mengingatkanku untuk terus bersamamu mendulang pahala dalam amalan-amalan sunnah.. Bimbing tanganku ke JannahNya, agar kau dan aku tetap bersatu di dalamnya.

Padamu yang menjadi kekasih hati dan teman dalam hidupku..

Seiring berjalannya waktu, kau akan menemukan rambutku yang dulu hitam legam dan indah, akan menipis dan memutih. Kulitku yang bersih akan mulai keriput. Tanganku yang halus akan menjadi kasar.. Dan kau tak akan menemukanku sebagai wanita cantik, yang kau khitbah puluhan tahun yang lalu.. Bukan wanita muda yang selalu menyenangkan matamu.. Maka jangan pernah berpaling dariku.. Karena satu yang tak pernah berubah, bahkan sejak dulu akan terus bertambah dan kian membuncah, yaitu rasa cintaku padamu.. Cinta karena Allah.

Ketahuilah.. Tiap harinya, tiap jam, menit dan detiknya, telah aku lewati dengan selalu jatuh cinta padamu.. Maka, cintailah aku, dengan apa adanya aku.. Jangan berharap aku menjadi wanita sempurna.. Maafkan aku karena aku bukan putri.. Aku hanya wanita biasa..

By  Ibnu Abdul Bari El-'Afifi

Pacaran yang Islami

Teruntuk...
Seseorang yang kelak Allah kirimkan untuk menjadi pendamping hidupku di dunia ini, yang akupun tak tau siapa dia, dan aku berharap ia pula pendampingku di jannahNya. Aamiin.

“seseorang pernah berkata, “saya memang sudah punya pacar, tetapi saya pacaran secara islami.” Mendengar pernyataan itu, lantas yang lainnya pun bertanya dengan penuh semangat, “adakah pacaran yang islami?”

“ada” jawabnya. Lalu ia melanjutkan, “pacaran islami adalah pacaran yang menyatakan cintanya dengan akad nikah, tidak dengan cara lainnya. “ artinya, pacaran itu ada dan di bolehkan setelah menikah terlebih dahulu. Nah, Kalau belum menikah, adakah pacaran islami?
Sungguh, mengajukan pertanyaan ini seperti mengajukan pertanyaan, “adakah berzina yang islami?”, atau,” adakah berjudi yang islami?” pertanyaan boleh berbeda, meskipun sama-sama menggunakan embel-embel islami, tetapi jawabannya tetap sama, “tidak ada!”

Seseorang mungkin akan bertanya, “ bagaimana jika kita jatuh cinta kepada seseorang?” jawabannya mudah, jika engkau mampu, maka bersegerahlah untuk meminang dan menikahinya, mengapa harus bersegera? Karena dengan bersegera, keridhaan Allah pun akan segera kau dapatkan. Dan dengan bersegera, berarti engkau juga telah memenuhi seruan Rasulullah. “wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah.”
Bagaimana jika kita belum mampu? Lupakanlah wanita itu dan bertawakkallah kepada Allah. “jika engkau menanyakan kepada perkara jodoh, maka sama saja jika engaku menanyakan keyakinanku akan kematian,” yakinlah bahwa Allah telah menentukan jodoh bagi kita dan memberikan ganti yang lebih baik karena ketakwaan kita.
Ada beberapa cara bagi yang belum menikah untuk meredam gejolak syahwat yang menggebu, yang ingin di salurkan tetapi belum memiliki kesiapan, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Berpuasa, dengan puasa, niscaya akan menjaga diri kita dari kemaksiatan. Ketika kita hendak bermaksiat, maka kita kan teringat bahwa kita sedang puasa. Dengan demikian nita untuk bermaksiatbtidak akan berlanjut dengan kemaksiatan.
“wahai sekalian pemuda, barangsiapa dianatara kalian mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena dengan menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farj, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena dengan puasa dfapat menjadi perisai baginya.” (HR. Muslim)

2. Banyak olahraga. Niatkan olahraga hanya untuk mendapat ridha Allah, bukan untuk “cuci mata”. Cobalah sempatkan diri kelapangan hijau yang berumput hijau. Berolahraga sambil memandangi hijaunya rumput (buka memandangi yang pakai baju hijau yang kebetulan lewat) sambil memuji penciptanya.

3. Banyak membaca buku yang bermanfaat.

Semoga bermanfaat.

Oleh : Ahmad Yani (HIMMAH)

Dia Yang Datang Tak Terduga

Di kuburan manapun yang kau datangi
Di negaramu sendiri atau di negara orang lain
Di daerahmu sendiri atau di daerah orang lain
Di kotamu sendiri atau di kota lain
Di tanah kelahiranmu sendiri atau di tanah kelahiran orang
Sama keadaannya
Semuanya sudah terbujur kaku
Atau bahkan sudah tulang belulang
Atau hanya tinggal tengkoraknya saja !
Di kuburan manapun yang kau datangi
Di sana mungkin saja
Ada kakek nenekmu
Ada Ibu bapakmu
Ada sahabat sahabatmu
Ada kerabat dekatmu
Ada teman setiamu
Ada orang-orang yang paling kamu cintai
Atau bahkan orang yang memusuhimu
Yang membencimu
Yang jahat padamu
Di kuburan sana
Mereka sama-sama sudah terkubur
Mereka yang belum ada di kuburan sana
Berarti Allah masih memberikan nikmatNya pada mereka
Namun suatu saat cepat atau lambat
Mereka semua akan kembali kepadaNya
Kuburan di sukai atau dibenci akan tetap didatangi
Kematian dihindari atau dikejar Malaikat maut akan datang juga
Di sukai atau tidak roh akan melayang juga
Walau penyebab terkadang sangat sederhana
Hanya dengan virus saja yang tak terlihat wujudnya karena begitu kecilnya
Manusia bisa mati !

Coba kamu lihat di kuburan sana atau di sini

Atau kuburan di mananpun
Ada kuburan di mana-mana
Kuburan di Moskow
Kuburan di Jakarta
Kuburan di otak
Kuburan di hati
Kuburan siap menyambut kematianmu
Kamu sukai atau tidak
Kemanapun kamu melangkah
Sejauh apapun langkahmu
Ke luar negeri manapun
Di sanapun ada kuburannya
Di sinipun ada kuburannya
Kematian bisa bertemu dimanapun
Pada saat apapun
Baik kedaan sedang suka atau kedaan duka
Baik sedang kaya atau miskin
Baik yang tua ataupun yang muda
Baik yang di luar negeri ataupun yang didalam negeri
Baik yang ada di tanah kelahirannya ataupun di luar tanah kelahirannya
Kematianmu atau kuburanmu akan siap sedia
Bahkan ketidak tahuanmu akan kematianmu di mana dan kapan
Bagi kuburan tak peduli
Bagi kematian tak perlu waktu
Kematian bisa datang kapan saja dan dimana saja pada siapa saja
Kuburanmu ada di sana
Kematianmu ada di sini
Kematian dan kuburanmu ada bersamamu
Batasnya sangat tipis
Setipis rambut dibelah tujuh
Bila roh telah meninggalkanmu
Itulah kematianmu
Penyebabnya bisa macam-macam
Tapi kematianmu satu

Bila roh yang bersamamu diambil oleh yang punya

Matilah kamu saat itu juga
Tanpa kompromi
Tanpa pengumuman
Tanpa tanda-tanda
Kematian itu datang tiba-tiba
Datang padamu kapan dia mau
Tak peduli kamu lagi menyusun skripsi
Tak peduli kamu belum menikah
Tak peduli kamu mau menikah
Tak peduli kamu sedang menikah
Tak peduli kamu sudah menikah
Tak peduli kamu punya anak atau tidak
Tak peduli kamu punya cita-cita atau tidak
Kematian akan datang juga
Kematian dan kuburanmu tidak jauh-jauh
Kematian dan kuburanmu dekat-dekat saja
Kematian dan kuburanmu hanya tinggal menunggu waktu
Kematianmu dan kuburanmu adalah sahabat dekatmu

Dia jauh tapi dekat

Dia dekat tapi tak terduga
Dia terduga tapi tak diketahui
Dia diketahui tapi tak bisa dijamah
Dia bisa di jamah tapi malaikat maut tiba !
Dan kuburan ada di mana mana
Ada di sana ada juga di sini
Dan kematianmu ada di mana mana
Ada di sana ada juga di sini
Keduanya dekat saja
Hanya tinggal menunggu waktu

Coba lihat di kuburan sana

Orang-orang yang terdekat denganmu sudah ada di sana
Mungkin teman atau sahabatmu yang paling setia
Mungkin orang yang kau cintai atau justru orang yang kau benci
Mendatangi kuburan
Atau dzikrul maut
Adalah penasehat yang paling baik
Malaikat maut
Tanpa bicara dia berkata
Tanpa mata dia melihat
Tanpa telinga dia mendengar
Tanpa tangan dia mencabut nyawamu
Dia datang semaunya dia
Bukan maunya kamu
Kedatangannya mungkin tak dikehendaki
Mungkin malaikat maut adalah satu-satunya tamu manusia
Yang kalau bisa
Ditolak oleh seluruh manusia
Jangan datang ke sini
Jangan datang ke sana
Jangan ambil nyawaku
Jangan ambil nyawa kami
Itu teriakan manusia menghadapi sang maut !
Namun di tolak atau diterima
Malaikat maut datang juga
Roh akan diambil olehNya
Dengan suka rela atau di paksa
Lalu manusia akan masuk ke kuburan
Di sana atau di sini
Sama saja
Jasad saat mati tak peduli itu
Jasad yang mati tak bisa apa-apa
Terserah yang hidup
Menurut kepercayaan masing-masing
Dikubur atau di bakar
Namun roh sudah kembali
Pada yang punya
Dia adanya
Sedang jasad urusan yang hidup
Jasad akan di kubur
Mengapa kuburan ?
Kuburan bukan di tanah, di air atau di udara
Kuburan adalah alam antara dunia dan akherat
Karena kuburan adalah rumah keabadian
Mungkin kuburan adalah rumah manusia yang paling di tolak
Kuburan adalah rumah kontrakan tanpa bayaran
Namun banyak manusia yang tak mau menerimanya
Lihat di kuburan sana
Kau temukan para raja dan kepala negara
Kau temukan para pejabat yang dulunya mungkin angkuh
Kau temukan wanita-wanita secantik bidadari
Kau temukan orang yang dulunya bermandi uang
Kau temukan para selibritis yang dulunya di idolakan
Kini mereka sudah tiada
Mereka semua terbujur kaku
Yang mungkin tersisa hanya tulang belulang
Tak ada lagi kejayaan dan kemawahan
Tak ada lagi kedudukan dan jabatan
Tak ada lagi kemegahan dan kekayaan
Tak ada lagi tawa dan nyanyi
Tak ada lagi pesta pora
Kini semuanya terbujur kaku
Diam membisu !
Lihat di kuburan sana
Banyak ilmu yang kau akan dapat
Banyak hikmah yang kau raih
Banyak makna yang tersembunyi dapat kau gali
Banyak pelajaran di dalamnya
Bicara kuburan dan kematian
Bukan ingin mati besok pagi
Bukan ingin membunuh perasaan suka dan gembira
Bukan ingin memendam karya dan cinta
Namun persiapan diri itu perlu
Karena sang kematian datang dengan tiba-tiba
Ada yang sakit lebih dahulu
Ada yang sedang sehat-sehatnya
Tak ada yang bisa menentukan
Malaikat datang semaunya dia
Tak ada aturan dan UU buatan manusia yang bisa mengaturnya
Lihat di kuburan sana
Bukan untuk ditakuti
Bukan untuk dihindari
Bukan untuk membunuh harapan dan cita-cita
Namun
Persiapan itu perlu
Karena dia datang bisa kapan saja
Pada siapa saja
Dan di mana saja
Tiba-tiba !
Tiba-tiba saja malaikat maut datang menjemput
Tiba-tiba saja roh melayang
Tiba-tiba saja napas berhenti
Tiba tiba saja mati
Namun cita-cita tak boleh berhenti
Namun harapan tak boleh mati
Namun semangat tak boleh nanti
Namun cinta tak boleh mati
Namun seandainya kau mati besok pagi
Tetaplah menanam pohon kebaikan saat ini juga !
Melihat kuburan
Dan bicara kematian
Bukan untuk pesimis dalam menghadapi hidup
Justru berpikir positif dan optimis
Bahwa kamu masih hidup
Apapun kondisimu saat ini
Berarti pintu harapan masih terbuka
Pintu cita cita-cita terbuka lebar-lebar
Jika berdosa pintu tobat masih sangat luas
Jangan sampai dia segera datang
Jangan tunggu pintu rumahmu di ketok olehnya
Jangan tunggu sampai saat napasmu mulai terputus-putus
Jangan tunggu penyakit menyerangmu
Segera !
Jangan di tunda tunda
Karena sang maut bisa datang tiba-tiba
Dan tiba tiba keranda menjadi kendaraanmu
Menganti semua kendaraan mewahmu
Menggantikan mobilmu yang manapun
Menuju kuburanmu
Di kuburan
Semua orang yang mencintaimu
Akan meninggalkanmu
Sendirian
Mengahadapi
Munkar
Nakir !

Jika saat ini napas masih menyapamu

Jika kamu masih berjiarah ke kuburan
Jika masih bisa mengantar orang ke kuburan
Jika kamu masih bicara tentang kematian
Bukankah itu tanda bahwa kamu masih hidup
Bersyukurlah !

Orang yang mati tidak bisa lagi ke kuburan

Orang yang mati tidak bisa lagi bicara kematian
Orang yang mati tidak bisa lagi bertobat
Orang yang mati tidak bisa lagi punya harapan dan cita-cita
Orang yang sudah mati tidak bisa lagi beramal kebajikan
Nah bukankah kamu masih hidup
Bertobatlah
Beramalah
Bersyukurlah !
Bersyukurlah kepadaNya
Yang masih memberikan kehidupan
Sampai detik ini
Sementara banyak orang yang sudah tiada
Terkubur di alam baqa
Tinggal menungggu karma
Bahagia atau celaka
Di surga atau neraka !

Oleh Syaripudin Zuhri

Jumat, 22 April 2011

Kuda Putih

Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah.

Suatu hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu & menawarkan harga yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya. Teman-temannya menyayangkan & mengejek dia karna tdk menjual kudanya itu.

Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka teman-teman nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5 ekor kuda lainnya. Lalu teman-teman nya berkata : wah beruntung sekali nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam saja.

Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. teman-teman nya berkata : rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. teman-teman nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-anak kami.

Si petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses. Syukuri & terima keadaan yg terjadi saat ini, apa yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk hari ini belum tentu buruk utk hari esok.

Tetapi yg PASTI : Tuhan paling tahu yg terbaik buat kita.. Bagian kita adalah : "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita

Sabtu, 16 April 2011

Untuk Sahabat (Nak Kos' Tu)

Sedihkah kau ? tentang sahabat yang silih berganti datang dan pergi ? bersama mereka hidup ini pernah kita nikmati, maka bila hari ini, cinta itu berganti benci !? segeralah tikam ia hingga mati !!! lalu tumbuhkan lagi bibit baru dihati, untuk senantiasa setia mencintai mereka, walau mereka tak mencintai…

Hari ini sahabat menjadi kata suci bagi kita…ada banyak peristiwa yang terlewatkan bersama mereka, kisah sedih dan gembira, awal jumpa kita hingga akhir pisah kita, semua menjadikan hidup ini enak untuk dikenang, entah dengan air mata entah dengan tawa.

Tak ada apa-apa, hanya kata-kata yang aku titipkan di hatimu, agar setelah pergiku atau pergimu, ada satu hal yang bisa kita kenang bersama bahwa kita pernah bersama mengenang dan menghirup udara Makassar bersama mereka para sahabat…

By : Benasir Pratiwi Ismail (Achie Pratiwi)

Kamis, 14 April 2011

Doa dan Kesehatan Mental

Dalam doa, kita menemukan keseimbangan jiwa karena harapan akan penerimaan dan kecemasan akan penolakan senantiasa akan menjadi dua sayap jiwa yang akan membuat kita terbang mengarungi angkasa kehidupan. Dalam doa, kita menemukan kebutuhan jiwa dan pikiran. Keutuhan yang akan menyatukan semua instrumen kepribadian kita dalam seluruh lakon kehidupan yang kita jalani. Dalam doa, kita menemukan ketenangan jiwa karena keyakinan terhadap Allah SWT yang memberi kita keberanian untuk menghadapi semua kemungkinan dalam hidup. Dalam doa, kita menemukan keberkahan hidup karena semua peristiwa kehidupan yang kita hadapi hanyalah merupakan pertemuan yang indah, antara kehendak Allah dengan kehendak kita.
Masih adakah tempat bagi kesedihan dalam jiwa seperti itu? Masih adakah ruang bagi ketakutan dalam jiwa seperti itu? Masih adakah celah bagi keputusasaan untuk masuk dalam jiwa seperti itu? Bukankah kesedihan, katakutan dan keputusaasaanlah yang selama ini memorakporandakan jiwa manusia, mencabik-cabiknya, membuatnya retak dan hancur berkeping-keping?
Maka, jiwa sang mukmin pun mendengar seruan Rabbnya :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

60. Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Maka, guncangan hidup berhenti di hadapannya, dan jiwanya berlayar lagi. Berlayar sampai jauh. Berlayar dengan tenang mengarungi lautan kehidupan menuju pantai keabadian.
 
الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

28. orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

Setiap Saat Bersama Allah "M. Anis Matta"