Selasa, 28 Juni 2011

MENYEBERANGI SUNGAI

Suatu hari di dalam kelas sebuah sekolah, di tengah-tengah pelajaran, Pak Guru memberi sebuah pertanyaan kepada murid-muridnya, “Anak-anak, jika suatu hari kita berjalan-jalan di suatu tempat, di depan kita terbentang sebuah sungai kecil, walaupun tidak telalu lebar tetapi airnya sangat keruh sehingga tidak diketahui berapa dalam sungai tersebut. Sedangkan satu-satunya jembatan yang ada untuk menyeberangi sungai, tampak di kejauhan berjarak kira-kira setengah kilometer dari tempat kita berdiri.”
“Pertanyaan saya adalah, apa yang akan kalian perbuat untuk menyeberangi sungai tersebut dengan cepat dan selamat? Pikirkan baik-baik, jangan sembarangan menjawab. Jawablah dengan memberi alasan kenapa kalian memilih jalan itu. Tuliskan jawaban kalian di selembar kertas. Kita akan diskusikan setelah ini.”
Seisi kelas segera ramai, masing-masing anak memberi jawaban yang beragam. Setelah beberapa saat menunggu murid-murid menjawab di kertas, Pak Guru segera mengumpulkan kertas dan mulailah acara diskusi. Ada sekelompok anak pemberani yang menjawab: kumpulkan tenaga dan keberanian, ambil ancang-ancang dan lompat ke seberang sungai. Ada yang menjawab, kami akan langsung terjun ke sungai dan berenang sampai ke seberang.
Kelompok yang lain menjawab: Kami akan mencari sebatang tongkat panjang untuk membantu menyeberang dengan tenaga lontaran dari tongkat tersebut. Dan ada pula yang menjawab: Saya akan berlari secepatnya ke jembatan dan menyeberangi sungai, walaupun agak lama karena jarak yang cukup jauh, tetapi lari dan menyeberang melalui jembatan adalah yang paling aman.
Setelah mendengar semua jawaban anak-anak, Pak Guru berkata, ”Bagus sekali jawaban kalian. Yang menjawab melompat ke seberang, berarti kalian mempunyai semangat berani mencoba. Yang menjawab turun ke air berarti kalian mengutamakan praktik. Yang memakai tongkat berarti kalian pintar memakai unsur dari luar untuk sampai ke tujuan. Sedangkan yang berlari ke jembatan untuk menyeberang berarti kalian lebih mengutamakan keamanan. Bapak senang kalian memiliki alasan atas jawaban itu. Semua jalan yang kalian tempuh adalah positif dan baik selama kalian tahu tujuan yang hendak dicapai. Asalkan kalian mau berusaha dengan keras, tahu target yang hendak dicapai, tidak akan lari gunung di kejar, pasti tujuan kalian akan tercapai. Pesan bapak, mulai dari sekarang dan sampai kapan pun, Kalian harus lebih rajin belajar dan berusaha menghadapi setiap masalah yang muncul agar berhasil sampai ke tempat tujuan.”
 
”Bu Yao Tao Bi Kun Nan”
Jangan melarikan diri dari kesulitan.

Dalam kenyataan hidup, kita semua sebagai manusia selalu mempunyai masalah atau problem yang harus di hadapi, selama kita tidak melarikan diri dari masalah, dan sadar bahwa semua masalah dan rintangan itu harus diatasi, melalui pola pikir dan cara-cara yang positif serta keberanian kita menghadapi semua itu, tentu hasilnya akan maksimal. Hanya dengan action dan belajar, belajar, dan action lagi. Manusia baru bisa mencapai pertumbuhan mental yang sehat dan meraih kesuksesan seperti yang di idam idamkan!!!

Selasa, 10 Mei 2011

MAAFKAN AKU YANG TELAH MENCINTAIMU

Setelah aktivitas perkuliahan itu berakhir tanpa menunggu lebih lama lagi, Athifah langsung memasukkan barang-barangnya ke dalam tas dan berjalan keluar kelas. Tak ada hal lain dalam pikirannya selain perutnya yang keroncongan dari tadi dan kasur empuk yang ada di kamarnya. Wajarlah jika pikiran Athifah hanya makan dan tidur karena pagi tadi dia harus mengikhlaskan tidurnya terpending sebab jam 7.30 dirinya harus ada di kampus, sarapan pun dia tak sempat. Sungguh kuliah dari pagi sampai tengah hari begini sangatlah menguras tenaga...
“Fha, Fha.. tunggu!!”
Langkah Athifah pun terhenti, sepertinya ada suara yang memanggilnya dari belakang. Setelah menolehkan badan dia pun melihat sosok Noura yang berlari menghampirinya.
“Ada apa Rha?” tanya Athifah
“Kamu mau kemana sih, buru-buru banget.. Nda mau  rapat??” sahut Noura
“Astagfirullah, aku lupa kalau ada rapat. Abis capek banget nih.. udah lapar, ngantuk, panas lagi. Hehehe” Keluh Athifah
“ iya, iya tapi kan aku dah ngingetin nich jadi nda lupa lagi kan, ayolah kita pergi makan dulu setelah itu ikut rapat, tidurnya di tunda dulu.. ayolah, amanah nich.” Bujuk Noura
“iya dech, apa sich yang tidak buat sahabatku ini.” Jawab Athifah
“Hehehe” Noura hanya tersenyum menggoda ketika melihat sahabatnya ini takluk atas bujukannya..
Mereka berdua pun berjalan menuju sebuah warung sederhana yang berada tak jauh dari kampusnya untuk memenuhi “panggilan alam”, istilah mereka untuk menyebut kata lapar. Di tengah jalan, keduanya bertemu dengan sosok pemuda yang tak asing lagi bagi mereka, Si kakak senior yang sering mereka jumpai ketika mengikuti pengajian di mesjid kampus. Panggil saja namanya Ihsan. Dia seorang aktivis dakwah di kampus Athifah, orangnya alim dan ramah. Meski dirinya disibukkan oleh aktivitas di mesjid sehingga dipanggil P’ Uztads dia tak segan untuk berteman dengan “preman-preman kampus” dia bergaul dengan siapa saja tanpa memandang bulu. Hidupnya yang membaur tak monoton membuatnya dikagumi oleh para gadis di kampus tersebut.
***
Dalam suatu kegiatan, Athifah dan Ihsan berada dalam satu tim karenanya mereka harus selalu berkomunikasi demi lancarnya kegiatan ini. Karena keseringan berinteraksi baik di dunia nyata maupun maya membuat perasaan Athifah kian tak menentu, apakah sebatas kagum atau telah tumbuh rasa yang lain . Siang malam yang ada dalam pikirannya hanya ada satu nama “Ihsan”. (Cihuiii)
Ketika asyik dalam lamunannya, tiba-tiba Athifah dikagetkan oleh dering hpnya. Dan hmmm.. Jantungnya berdetak cepat (seperti genderang mau perang). Sms dari doi nih, menanyakan tentang sejauh mana persiapan untuk acara di kampusnya. Athifah pun membalasnya, dan iseng-iseng dia menambahkan beberapa pertanyaan pribadi. Dijawab, Alhamdulillah, tidak dibalas yach tidak apa-apalah namanya usaha... Hal yang tidak sangka-sangka, ternyata Ihsan membalas beberapa pertanyaan Athifah. Dan akhirnya, komunikasi pun berlanjut sampai ke permasalahan pribadi. (wah, setan mulai ikut andil nih)..
Merasa nyambung satu sama lain, komunikasi pun tetap jalan meski kegiatan telah dilaksanakan. Mulai dari sekedar basa-basi hingga ke ajang curhat-curhatan.. Dan akhirnya, benih-benih cinta mulai bersemi di hati keduanya. Ihsan menyatakan perasaannya kepada Athifah. Keduanya resmi berpacaran walau hanya mereka berdua yang mengetahui hal tersebut.
(begitulah benih cinta, tak kenal lahan gersang maupun subur, ia akan tumbuh begitu saja).
***
Hari-hari yang indah pun dilalui bersama meski tak berinteraksi secara langsung, hubungan mereka semakin dekat lewat smsan atau ngobrol lewat hp. Saling mengumbar perasaan, menggoda satu sama lain. (Astagfirullah)
Sampai pada suatu hari, Athifah mendapat amanah untuk menyajikan materi tentang Interaksi Ikhwan Akhwat dalam sebuah forum diskusi. Hatinya pun bergejolak, bagaimana mungkin ia menyampaikan sesuatu padahal dirinya sendiri melakukannya.
Di dalam kamar, ia merenungi dirinya, Athifah menangis tersedu-sedu. Ia menyesali perbuatannya selama ini. Tak tahu apa yang harus dia perbuat, tiba-tiba tangannya memencet sebuah nomor. Terdengar suara dari seberang sana.
“Assalamu Alaikum”
“Waalaikum salam Kak”. Balas Athifah
“Ada apa D’ kok kedengarannya seperti orang yang sedang menangis, ada masalah yah?”
“Iya K’, ana bingung, ana takut” Jawab Athifah sambil berusaha menahan tangisannya
“Bingung,? Ade takut sama siapa??” Ihsan mulai penasaran, apa yang terjadi pada diri Athifah. Baru kali ini dia aneh seperti ini.
“Ana takut sama Allah K’, Athifah bingung dengan perasaan ini. Ana sayang Ka2 tapi ana juga takut K’. Kita telah melakukan kesalahan. Tidak seharusnya kita begini K’. Kita telah membohongi perasaan masing-masing” Jelas Athifah.
Hening sejenak, Ihsan tak bisa berkata-kata lagi. Ia mulai menyadari kesalahannya selama ini.
“Ka’ kenapa diam??” tanya Athifah
“Ka2 harus bilang apalagi D’? Ade’ betul kita telah melakukan dosa..” Jawab Ihsan perlahan
Hanya suara tangisan yang terdengar dari Athifah
Tak ada kata-kata lagi yang mampu terucap, semua dalam hening. Sambungan telepon pun terputus karena hp Athifah lowbet.
***
Pagi ini, tubuh Athifah terasa lesu. Semalam dirinya tidak tidur, dia terus memikirkan permasalahannya. Tiit.. tiit... tiiit HPx berdering, sms dari Ihsan
“Maafkan aku karena telah mencintaimu, sehingga membuat pikiranmu menjadi kacau dan membuatmu merasa tak nyaman”.
Hanya kata-kata itu dari Ihsan, Athifah tak tahu maksud dari pesan ini. Dirinya mencoba menebak apa maksud dari pesan tersebut. Ia tambah bingung dengan keadaannya. Di tengah kegalauannya, tiba-tiba Athifah mendengar musik dari tetangga kamarnya yang mengena untuk dirinya.
Usai sudah cinta berakhir disini 
Biarkanlah aku sendiri
Tanpa dirimu
Usai sudah cinta kini kau sendiri
Lupakan aku pernah ada
Mengisi hatimu
Ia pun telah bertekad untuk mengakhiri hubungannya meski ia tidak bisa membohongi dirinya kalau perasaan itu masih ada. Ia yakin setelah ini Insya Allah semua akan baik-baik saja. Dunia tidak akan berakhir hanya karena tidak memiliki someone special.”Semua akan indah pada waktunya” begitulah yakinnya saat ini.
Athifah mengirim lirik lagu tadi ke Ihsan dan kemudian menambah catatan di bawahnya
Mungkin memang kita yang terlalu naïf membiarkan perasaan itu ada dan terlalu jujur untuk mengungkapkannya”. (Sent)
New Message
“Biarkan waktu menyembunyikannya. Cukup sampai di sini kita bergelimang dosa. Insya Allah kita akan mendapatkan yang terbaik nantinya”.
“Mari perbaiki yang telah rusak. Semoga Allah membersihkan hati yang penuh noda ini. Jikalau tak mampu lagi dibersihkan semoga Allah menggantinya dengan yang baru”.
Setelah menerima sms tersebut, perasaan Athifah sedikit lega. Tak henti-hentinya dia mengucap syukur karena Allah masih sayang kepada dirinya. Allah tak membiarkan Athifah bergelut dengan dosa lebih lama lagi.

Biarkan bibit cinta ini merekah pada waktunya..
Dan jika bibit cinta ini telah menemukan tanah yang cocok untuknya..
Ijinkan aku memupuknya, menyiraminya, merawatnya dan menjaganya ya Rabb...

Idha

Minggu, 01 Mei 2011

Masa Muda

Masa muda usiaku kini

Warna hidup tinggal kupilih

Namun aku telah putuskan

Hidup diatas kebenaran

Reff :

Masa muda penuh karya untukMu Tuhan

Yang aku persembahkan sbagai insan beriman

Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita

Menuju negeri syurga yang nun jauh disana

Kini jelas tiap langkahku

Illahi jadi tujuanku

Apapun yang aku lakukan

Islam slalu jadi pegangan


Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Masa Muda
Gambar Artis Indonesia

Video



Download Youtube Video Clip Edcoustic – Muhasabah Cinta
Foto Artis Indonesia

Muhasabah Cinta

Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu

Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu

Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku

*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku

Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu

Back to Reff

Back to *

Repeat Reff 2x


Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Muhasabah Cinta
Gambar Artis Indonesia

Kamis, 28 April 2011

Waiting For You

Ini bukan sekedar kata-kata agar kamu jatuh hati padaku, namun ini
adalah kejujuranku. Mengapa aku berkata seperti ini? Karena aku menyukai
orang-orang yang mencintaiNya. ... yang mencintai RasulNya... dan denganmu...
kuharap keteguhanmu bisa mengajakku serta untuk semakin mencintaiNya. ..

Aku merindukanmu karena Allah

Ini bukan untaian rahasia dalam hatiku untuk memikatmu. Mengapa aku
berkata seperti ini? karena aku tahu... mengucapkan ikrar suci itu
menyempurnakan hidupku. Dan... Pernikahan adalah sunnah Rasullullah dan
Rasulullah adalah kekasih Allah. Cinta adalah anugerahNya yang ditumbuhkan
dihati orang-orang yang dikehendakiNya. Bagaimana aku tidak merindukan
kehadiranmu wahai kekasih.... to come in my life ???

Aku menunggumu karena Allah

Ini bukan rajutan perasaan untuk sebuah penantian. Mengapa aku berkata
seperti ini? Karena aku tahu, diriku terlalu banyak kekurangan.. . dan
karenanya... aku butuh seseorang yang lebih halus untuk menaklukkan hatiku
yang tegas dan yang lebih tangguh untuk menguatkan hatiku yang lemah dengan ijinNya...

Aku tahu... terlalu banyak yang harus aku perbaiki... karenanya, aku menunggumu untuk menjadi pendamping hidupku... aku menunggumu untuk
lebih membimbingku dengan tulusmu... untuk lebih mengajariku dengan
sabar hingga kenikmatan imanku terhadapNya semakin dalam dengan
ijinNya.... disetiap harinya... untuk selama-lamanya Amin...

Aku tahu, dalam hatiku... aku tak ingin hidup sendiri, karenanya, aku
berharap... Allah menganugerahkan padaku seorang imam untuk berbagi
banyak hal dan menerima apa adanya diriku beserta keluargaku.. .
Kekasih... bila Engkau benar-benar ada dalam hidupku...
semoga Allah memantapkan hati kita dan mendekatkan kita dijalan yang lebih Ia Ridhoi
Amin...

Aku mencintaimu karena Allah... aku merindukanmu karena Allah dan aku menunggumu karena Allah...
diraga manakah jiwamu bersemayam?? ?
Dari sini aku menatap jejakmu dengan raga yang menari bersama angin...
diantara gemuruh ombak kerinduanku
Rasakan getarku... yang membiarkan selarik bintang menemanimu serta untuk menjemputku. ..
meski mungkin tak ada peta yang bisa dirimu genggam...
ijinkan bisik hatiku sebagai petunjuk arahmu dengan ijinNya...

Ya Rabbi... redamkanlah rinduku dijalan yang terbaik menurut Engkau untuk dunia dan akhiratku Amin....
Bila kerabat dan teman tak lagi cukup untuk menemani kehidupanku. ..
maka hari itu adalah yang aku tunggu... apakah dia, jawaban itu???

Sumber: http://www.facebook.com/notes/renungan-n-kisah-inspiratif/aku-menunggumu/10150166871676042

Untukmu Bunda

Ingin kuberikan sesuatu yang istimewa di hari ini Bunda
Sesuatu yang masih dalam angan ku
Menggantung di wajah langit senja
Ku persembahkan untuk senyummu

Bertahun sudah pengharapanmu tak pernah surut
Larut dalam do'a dan pujian
Tanpa rasa gundah atau kecewa
Kau gantungkan semua keinginan hanya pada DIA

Bunda..
Senyum tulusmu selalu membayang di pelupuk mataku
Menghampar jelas di dalam benakku
Meneduhkan kegersangan hati
Bagai mendapat setetes embun  nirwana

Bunda..
Hari ini yang teristimewa
Untuk mengenang kembali masa kecilku
Saat aku masih bermanja padamu
Dalam dekapan hangatmu aku tertidur

Waktu berlalu begitu cepat bunda
Lihatlah hamparan langit di penghujung senja
Tersenyum takzim pada ketulusan
Yang tak berbatas ruang dan masa
Semua hanya untukmu bunda

Rabbighfili waliwaalidayya...
Do'a ini untukmu bunda
Ku ingin mengumpulkan senyummu dalam bingkai emas
Yang kusimpan dalam ruang teristimewa di hatiku
Dan selalu kutaburi dengan do'a di hari-hari ku

>>>*<<<

Mama, di saat seperti ini aku ingin sekali berada dalam dekapanmu. ingin kucurahkan semua gundah dan unek-unek di hati,,,
aku rindu dalam belaianmu, aku kangen dalam dekapanmu... MISS U MOM

Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah

 Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus kepada mereka satu malaikat.

Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”

Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”

Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Onta.”

Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”

Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”

Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Sapi.”

Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”

Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”

Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”

Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan pandangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”

Orang itu menjawab, “Kambing.”

Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.

Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.

Kemudian sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.”

Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”

Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?”

Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”

Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”

Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”

Lalu malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”

Maka si Buta menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah.”

Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”

***

Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).

Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.

Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim