Jangan melarikan diri dari kesulitan.
Jalan Dakwah panjang terbentang jauh kedepan.. Duri dan batu terjal selalu mengganjal, lurah dan bukit menghadang..Ujungnya bukan usia, bukan pula di dunia.. Tetapi cahaya maha cahaya, SURGA dan RIDHA ALLAH.. Cinta adalah sumbernya, hati dan jiwa adalah rumahnya.. Pergilah ke hati-hati manusia, ajaklah ke jalan Rabbmu.. Nikmati perjalanannya, berdiskusilah dengan bahasa bijaksana.. Dan jika seseorang mendapat hidayah karenamu…Itu lebih baik dari dunia dan segala isinya..
Selasa, 28 Juni 2011
MENYEBERANGI SUNGAI
Jangan melarikan diri dari kesulitan.
Selasa, 10 Mei 2011
MAAFKAN AKU YANG TELAH MENCINTAIMU
Tanpa dirimu
Usai sudah cinta kini kau sendiri
Lupakan aku pernah ada
Mengisi hatimu
Biarkan bibit cinta ini merekah pada waktunya..
Minggu, 01 Mei 2011
Masa Muda
Masa muda usiaku kini
Warna hidup tinggal kupilih
Namun aku telah putuskan
Hidup diatas kebenaran
Reff :
Masa muda penuh karya untukMu Tuhan
Yang aku persembahkan sbagai insan beriman
Mumpung muda ku tak berhenti menapak cita
Menuju negeri syurga yang nun jauh disana
Kini jelas tiap langkahku
Illahi jadi tujuanku
Apapun yang aku lakukan
Islam slalu jadi pegangan
Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Masa Muda
Gambar Artis Indonesia
Muhasabah Cinta
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dari Mu
Kupasrahkan semua pada Mu
Tuhan baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini ku harapkan cinta Mu
Reff
Kata kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung do’a ku
Sakit yang kurasa biar
Jadi penawar dosaku
*
Butir butir cinta air mataku
Terlihat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi Muhasabat cintaku
Tuhan kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku dengan Mu
Back to Reff
Back to *
Repeat Reff 2x
Koleksi Edcoustic yang lain.
Mp3 Download & Lirik Lagu Edcoustic – Muhasabah Cinta
Gambar Artis Indonesia
Kamis, 28 April 2011
Waiting For You
Untukmu Bunda
Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah
Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”
Si Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”
Lalu malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”
Orang itu menjawab, “Onta.”
Akhirnya orang itu diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”
Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”
Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”
Malaikat lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau sukai?”
Orang itu menjawab, “Sapi.”
Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”
Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”
Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”
Malaikat lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan pandangannya. Si Buta bisa melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau sukai?”
Orang itu menjawab, “Kambing.”
Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.
Singkat cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.
Kemudian sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus, kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan saya dalam safar saya ini.”
Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”
Lalu malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir, kemudian Anda diberi oleh Allah?”
Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”
Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”
Lalu, dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”
Lalu malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”
Maka si Buta menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya. Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka. Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil karena Allah.”
Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”
***
Demikianlah kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan Allah (muraqabatullah).
Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.
Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim
Menikmati Kebosanan
![]() |
Aku Hanya Wanita Biasa
Pacaran yang Islami
Seseorang yang kelak Allah kirimkan untuk menjadi pendamping hidupku di dunia ini, yang akupun tak tau siapa dia, dan aku berharap ia pula pendampingku di jannahNya. Aamiin.
“seseorang pernah berkata, “saya memang sudah punya pacar, tetapi saya pacaran secara islami.” Mendengar pernyataan itu, lantas yang lainnya pun bertanya dengan penuh semangat, “adakah pacaran yang islami?”
“ada” jawabnya. Lalu ia melanjutkan, “pacaran islami adalah pacaran yang menyatakan cintanya dengan akad nikah, tidak dengan cara lainnya. “ artinya, pacaran itu ada dan di bolehkan setelah menikah terlebih dahulu. Nah, Kalau belum menikah, adakah pacaran islami?
Sungguh, mengajukan pertanyaan ini seperti mengajukan pertanyaan, “adakah berzina yang islami?”, atau,” adakah berjudi yang islami?” pertanyaan boleh berbeda, meskipun sama-sama menggunakan embel-embel islami, tetapi jawabannya tetap sama, “tidak ada!”
Seseorang mungkin akan bertanya, “ bagaimana jika kita jatuh cinta kepada seseorang?” jawabannya mudah, jika engkau mampu, maka bersegerahlah untuk meminang dan menikahinya, mengapa harus bersegera? Karena dengan bersegera, keridhaan Allah pun akan segera kau dapatkan. Dan dengan bersegera, berarti engkau juga telah memenuhi seruan Rasulullah. “wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah.”
Bagaimana jika kita belum mampu? Lupakanlah wanita itu dan bertawakkallah kepada Allah. “jika engkau menanyakan kepada perkara jodoh, maka sama saja jika engaku menanyakan keyakinanku akan kematian,” yakinlah bahwa Allah telah menentukan jodoh bagi kita dan memberikan ganti yang lebih baik karena ketakwaan kita.
Ada beberapa cara bagi yang belum menikah untuk meredam gejolak syahwat yang menggebu, yang ingin di salurkan tetapi belum memiliki kesiapan, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Berpuasa, dengan puasa, niscaya akan menjaga diri kita dari kemaksiatan. Ketika kita hendak bermaksiat, maka kita kan teringat bahwa kita sedang puasa. Dengan demikian nita untuk bermaksiatbtidak akan berlanjut dengan kemaksiatan.
“wahai sekalian pemuda, barangsiapa dianatara kalian mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena dengan menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farj, dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia puasa, karena dengan puasa dfapat menjadi perisai baginya.” (HR. Muslim)
2. Banyak olahraga. Niatkan olahraga hanya untuk mendapat ridha Allah, bukan untuk “cuci mata”. Cobalah sempatkan diri kelapangan hijau yang berumput hijau. Berolahraga sambil memandangi hijaunya rumput (buka memandangi yang pakai baju hijau yang kebetulan lewat) sambil memuji penciptanya.
3. Banyak membaca buku yang bermanfaat.
Semoga bermanfaat.







